Sistem

Ini hanyalah sebatas canda dalam pikirku, melihat kenyataan bahwa segala sesuatu memiliki kemiripan. Melihat dengan mata dan merangkai pendapat dari banyak manusia itulah hal ini, hal yang aku simpulkan bahwa segala sesuatu itu seperti sudah disusun untuk menjadi sama. Suatu struktur yang ada di dunia ini, di alam semesta ini pada umumnya jika dilihat dengan sederhana memiliki rangkaian atau susunan yang hampir sama. Benar, rangkaian tentang pembagian atau penyaluran energi dimana terdapat inti sebagai sumber atau acuan dan bagian-bagian lain yang saling terhubung. Sebagai contoh adalah tata surya yang terdiri dari beberapa macam benda langit, disitu terdapat matahari yang merupakan bintang sebagai inti dari “sistem” sedangkan benda langit lainnya seperti planet dan asteroid berada mengelilingi matahari, benda-benda langit yang ada dalam tata surya ini saling berinteraksi sesuai tujuannya, ada yang memanen energi dari matahari atau tarik-menarik akibat pengaruh massa dan gravitasi. Hal yang hampir sama terdapat pada sel, sebuah sel sebagai bagian terkecil dari organisme terdapat bagian yang disebut inti sel atau nukleus, dimana inti sel ini dikelilingi oleh bagian sel yang lainnya seperti ribosom dan lisosom serta bagian lainnya yang memiliki keterkaitan untuk menjalankan kehidupan ataupun kegunaan dari sel tersebut.

Padanan dari tata surya dan sel adalah sesuatu yang disebut dengan “atom”, atom merupakan sesuatu dengan ukuran kecil dan sulit diamati dengan kasat mata oleh manusia. Jika diartikan kata atom yaitu tidak dapat dibagi, atom ini terdapat beberapa bagian sebagai penyusun. Seperti sel, atom juga terdapat inti atom yang terdiri dari neutron dan proton, sedangkan bagian lain adalah elektron-elektron yang mengelilingi inti atom. Bagian-bagian atom tersebutpun saling berinteraksi seperti pada tata surya maupun sel. Pada atom neutron bermuatan netral, proton memiliki muatan positif, serta muatan yang dikandung elektron adalah negatif. Terkadang manusia seperti atom, memiliki muatan netral, positif, maupun negatif. Dimana sifat-sifat tersebut merupakan suatu “sistem” yang terbentuk melalui proses, sehingga kecenderungan muatan yang ada dalam diri manusia adalah berdasarkan sifat yang paling sering dipupuk.

Interaksi dalam diri yang sering dilakukan akan membentuk suatu pribadi yang sesuai dengan apa yang dialami. Keadaan lain yang menunjukan interaksi adalah alam semesta yang luas dan tidak mudah untuk dipandang dengan mata telanjang manusia. Alam semesta yang luas adalah ruang hampa yang terdiri dari berbagai macam galaksi yang memiliki usia berbeda, dan terpisah jarak dengan satuan kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya menunjukan jarak cukup jauh untuk sampai di suatu galaksi ke galaksi lain dengan berjalan kaki, sesuatu yang sampai saat ini tidak mungkin untuk dilakukan. Galaksi yang ada dalam alam semesta ini dapat dipastikan memiliki fungsi yang khusus, sebab dalam atom maupun sel setiap bagiannya memiliki kegunaan. Segala sesuatu tercipta atau terbentuk, mungkin dibentuk atau diciptakan untuk suatu tujuan maupun fungsi, satu hal yang pasti jika aku belum tahu tentang semua itu biarlah pikir dan logika dalam otak berenang dalam imajinasi tanpa batas seperti lingkungan saat ini yang masih dibatasi alam semesta, suatu saat nanti mungkin atom bukanlah bagian yang sangat kecil dan alam semesta tidaklah terlalu luas untuk dijelajahi.  Aku hanya tahu bahwa apa yang masih tersembunyi adalah “Tuhan” yang tahu, Tuhanlah Sang Maha Tahu.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pemikiran, Pengungkapan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s