Aku dan Waktu

Sosok yang mencari jatidiri dan menemukannya adalah aku. Pengetahuan akan menentukan bagaimana perjuangan menjalani hidup untuk membungkam kejamnya penundaan dan peperangan menantang kenikmatan. Kenyamanan salah satu penentu masa yang akan datang, keyakinan beriring doa mengantarkan aku pada bermacam pencapaian. Aku masih terbelenggu nikmatnya nyaman dalam hidup yang terakumulasi oleh berbagai kesempatan dan pujian. Segala saran dan keritikan, nasihat-nasihat yang menggaung dalam telinga sampai ke dalam otakku, masih hanya sebatas pikir walau sebagian telah aku lakukan sebagai wujud penghargaanku untuk kalian yang mengasihiku. Belum cukuplah penghargaanku tanpa penghormatan untuk kalian dan engkau yang aku kasihi dan yang mengashiku, akan kuselesaikan ini bersama perjuangan yang aku tunda bersama waktuku. Aku tersenyum akan segala nasihat dan pikirku berujar aku terlalu terlena oleh segala hal yang bukan menjadi tujuan.
Pemberhentianku hanyalah kematian dan jika ia hadir aku hanya beriman bahwa aku telah membuat kalian yang mengasihi aku bangga dan terberkati. Seperti saat aku masih bayi terdiam tanpa tangis usai lahir, engkau perjuangkan aku agar aku tetap hidup sampai saat ini. Ketika aku telah menjadi bayi kecil dengan tangisku yang tertunda dan akhirnya aku berhasil untuk menangis, nafasku terhenti dalam beberapa tempo, engkau berdua dalam deras hujan dan petir yang bergelora berjuang agar aku dapat menangis kembali. Doa serta didikan dari engkaulah yang membuat aku tetap masih ada hingga saat ini, waktu dimana aku harus berjuang dengan hidupku yang serasa ingin runtuh bersama kegagalanku karena harapan yang terlalu besar dari diri.
Satu yang aku tahu waktu dahulu kini dan nanti, bagaimana kondisiku dan kuatku, engkau akan tetap setia penuh kasih dan doa mengantarkanku pada banyak mimpi yang terlelap dalam tidurnya terang dunia. Penuh kasih dan sayang engkau akan mengantarkan diriku pada kekuatan yang “Luar Biasa” yang belum mampu dicapai manusia lainnya. Engkaulah bagian kisah dalam hidupku dan segala waktuku. Pada tempo dan masa ini aku berjuang untuk tetap mengasihi diri, bukan karena alasan sebab terkadang hal yang ada tidak memerlukan alasan, seperti halnya engkau mengasihiku.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s